Senin, 15 Desember 2008

Bab 26: Dukun, Tukang Ramal Dan Sejenisnya

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohehnya, dari salah seorang isteri Nabi s.a.w., bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari".
Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barang siapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad s.a.w." (HR. Abu Daud).
Dan diriwayatkan oleh empat periwayat[66] dan Al Hakim dengan menyatakan: "Hadis ini sahih menurut kriteria Imam Bukhori dan Muslim" dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesunggunya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad s.a.w.".
Abu Ya'la pun meriwayatkan hadis mauquf dari Ibnu Mas'ud seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.
Al Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadis marfu' dari Imran bin Husain, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidak termasuk golongan kami orang yang meminta dan melakukan Tathoyyur, meramal atau minta diramal, menyihir atau minta disihirkan, dan barang siapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad s.a.w..
Hadis ini diriwayatkan pula oleh At Thabrani dalam Mu'jam Al Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa menyebutkan kalimat: "dan barang siapa mendatangi …"dst.
Imam Al Baghowi[67] berkata: "Al Arraf (peramal) adalah orang yang mendakwahkan dirinya mengetahui banyak hal dengan menggunakan isyarat isyarat yang dipergunakan untuk mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan semacamnya. Ada pula yang mengatakan: ia adalah Al Kahin (dukun) iaitu: orang yang boleh memberitahukan tentang hal-hal yang ghoib yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan ada pula yang mengatakan: ia adalah orang yang boleh memberitahukan tentang apa apa yang ada dihati seseorang".
Menurut Abul Abbas Ibnu Taimiyah: "Al Arraf adalah sebutan untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang mendakwahkan dirinya boleh mengetahui hal hal ghaib dengan cara-cara tersebut."
Ibnu Abbas berkata tentang orang-orang yang menulis huruf huruf sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan bintang bintang: "Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan hal itu akan memperoleh bahagian keuntungan di sisi Allah".
Kandungan bab ini:
1-Tidak dapat bertemu dalam diri seorang mukmin antara iman kepada Al Qur'an dengan percaya kepada tukang ramal, dukun dan sejenisnya.
2-Pernyataan Rasul s.a.w. bahawa mempercayai ucapan dukun adalah kufur.
3-Ancaman bagi orang yang minta diramalkan.
4-Ancaman bagi orang yang minta di tathoyyur kan.
5-Ancaman bagi orang yang minta disihirkan.
6-Ancaman bagi orang yang menulis huruf huruf [untuk mencari pelamat rahasia].
7-Perbezaan antara Kahin dan Arraf, [bahawa kahin (dukun) ialah orang yang memberitahukan tentang perkara perkara yang akan terjadi di masa akan datang yang diperoleh dari syaitan penyadap berita di langit].
_____________________________________
Catatan Kaki:
[66] Yakni : Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai' dan Ibnu Majah.
[67] Abu Muhammad Al Husain bin Mas'ud bin Muhammad Al Farra', atau Ibn Farra' Al- Baghawi. Diberi gelar Muhyi - s - Sunnah. Kitab kitab yang disusunnya antara lain : syarh as sunnah, al jami' baina ash shahihain. Lahir tahun 436 H (1044 M), dan meninggal tahun 510 H (1117 M).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar