Senin, 15 Desember 2008

Bab 48: Bersenda Gurau Dengan Menyebut Nama Allah, Alqur'an Atau Rasulullah s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan) tentulah mereka akan menjawab: 'sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain main saja', katakanlah: 'apakah dengan Allah, ayat ayat Nya dan RasulNya kalian selalu berolok-olok?', tidak usah kamu minta maaf, kerana kamu telah kafir sesudah beriman…” (QS. At taubah, 65 - 66).
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., Muhammad bin Kaab, Zaid bin Aslam, dan Qatadah, suatu hadis dengan rangkuman sebagai berikut: "Bahawasanya ketika dalam peperangan tabuk, ada seseorang yang berkata: "Belum pernah kami melihat seperti para ahli membaca Al-Qur'an (qurra') ini, orang yang lebih buncit perutnya, dan lebih dusta mulutnya, dan lebih pengecut dalam peperangan", maksudnya adalah Rasulullah s.a.w. dan para sahabat yang ahli membaca Al-Qur'an. Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya: "kau pendusta, kau munafik, aku beritahukan hal ini kepada Rasulullah s.a.w.", lalu berangkatlah Auf bin Malik kepada Rasulullah untuk memberitahukan hal ini kepada beliau, akan tetapi sebelum ia sampai , telah turun wahyu kepada beliau.
Dan ketika orang itu datang kepada Rasulullah s.a.w., beliau sudah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya, maka berkatalah ia kepada Rasulullah: "ya Rasulullah, sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang yang mengadakan perjalanan untuk menghilangkan penatnya perjalanan", kata Ibnu Umar: "sepertinya aku melihat orang tadi berpegangan sabuk pelana unta Rasulullah, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu, sambil berkata: "kami hanyalah bersenda gurau dan bermain main saja", kemudian Rasulullah bersabda kepadanya:
"Apakah dengan Allah, ayat-ayat Nya, dan RasulNya kamu selalu berolok olok ".
Rasulullah s.a.w. mengatakan seperti itu tanpa menengok, dan tidak bersabda kepadanya lebih dari pada itu.
Kandungan bab ini:
1-Masalah yang sangat penting sekali, bahawa orang yang bersenda gurau dengan menyebut nama Allah, ayat ayat Nya dan RasulNya adalah kafir.
2-Ini adalah penafsiran dari ayat diatas, untuk orang yang melakukan perbuatan itu, siapapun dia.
3-Ada perbezaan yang sangat jelas antara menghasut dan setia Allah dan RasulNya. [dan melaporkan perbuatan orang orang fasik kepada waliyul amr untuk mencegah mereka, tidaklah termasuk perbuatan menghasut tetapi termasuk kesetiaan kepada Allah dan kaum muslimin seluruhnya].
4-Ada perbezaan yang cukup jelas antara sikap memaafkan yang dicintai Allah dengan bersikap tegas terhadap musuh musuh Allah.
5-Tidak setiap permintaan maaf dapat diterima. [ada juga permintaan maaf yang harus ditolak].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar